Love U

2:49:00 AM

 Awal Pertemuan Itu...


Kabut tebal menyelimuti pagi hari yang dingin ini. Membuat diri ini terbangun secara tiba-tiba. Raut wajah ku yang masih terselimuti rasa kantuk ini. Tiba-tiba menjadi lebih bersemangat ketika melihat pagi yang cerah ini walau masih terlihat gelap.
Lalu sepintas kata pun terucap olehku. "Hari ini kan, adalah hari pertama ku sekolah di SMA"
Lalu, aku pun segera bergegas untuk bangun dari kasur lembut ranjang tidurku, dan aku segera pergi mandi.

Selesainya mandi dan memakai seragam sekolah. Aku pun segera berlari ke meja makan. Tak ku sangka, ternyata papah dan mamah serta kakakku sudah berada di meja makan. Mereka menyambut ku dengan gembira.



"Halo sayang..." Sapa papah yang sedang memotong buah apel.

"Hai pah, tumben berangkat pagi?" Tanyaku .

"Iya sayang, hari ini papah banyak jadwal meeting jadi harus berangkat lebih pagi" Jawabnya.

"Oh.." Jawabku tersenyum kecil.

Seketika Ka Dika meyambung pembicaraan antara kami berdua.

"Hahaa.. ciee yang udah SMA ni yee.. Yang udah dewasa ni yee.. Seneng ni yee. Hohoo " Sahutnya menggoda.

"Hih.... Apaan sih kak. Aku kan jadi malu" Jawabku sambil mengerucutkan bibir mungilku.

"Haha, iya iya adeku sayang...Yaudah gih, kamu makan dulu. Nanti kakak anter deh" Balasnya tersenyum.

"Hah? Bener kak? Asyikk... Aku di anter ka Dika" Candaku manja.

Tepat pukul enam pagi, aku dan kakakku Dika berangkat ke sekolah.Suasana hangat fajar pagi memeluk tubuhku erat, angin pagi seraya berkata "Selamat Pagi Nadin". Tak terasa, tiga tahun berlalu. Dulu aku yang masih mengenakan Putih Biru, kini berganti Putih abu - abu.
***
20 Menit kemudian, aku tersentak melihat bangunan besar yang menyambut kedatanganku. "Ini sekolahku kak? tanyaku tercengang. Dengan hati yang bertanya-tanya, pikiran melayang, aku hanya terdiam tanpa kata mendelikkan pandangan ku ke bangunan besar itu. "Udah sampe nih, ayo turun" kak Dika tersenyum merangkul bahuku. Masih bertanya-tanya dalam hati, "Inikah sekolahku? Besar sekali ya" gumamku kecil. Ku langkahkan kaki, langkah demi langkah. Menginjakkan kaki di tanah lapang yang luas. "Nadin!" merasa seseorang memanggil namaku di sudut kanan jalan. Aku pun menoleh ke arah sumber suara tersebut, dan.. "Ocha" sahutku balik tersenyum lebar. Ocha, terasa asing di telinga ketika nama itu tersebut lagi . 3 tahun lamanya tak berjumpa, membuat ku 'pangling' ketika mendengar suara lembut itu. Ocha, adalah teman kecilku yg selalu ada dan mengikutiku kemana pun aku pergi. Bisa dibilang, seperti malaikat penjaga. Dia pun melangkahkan kaki, berlari kecil menghampiri ku. "Nadin.. Apa kabar? Udah lama ya gak ketemu. Kamu sekolah disini juga toh?" Tanyanya sambil menepuk pundak ku, aku hanya mengangguk tersenyum kecil tak bisa berkata apa apa ketika tahu "Guardian Angel" datang kembali., aku kangen banget sama kamu loh" ujarnya tersenyum tipis. "Hehe, aku juga kangen cha sama kamu" jawabku balik sambil menuju pintu gerbang sekolah. "Yaudah yuk cepetan masuk,kita lihat kelas kita dimana" ajaknya sambil merangkul ku.

Kita berdua pun menuju ke gerbang sekolah dan mengelilingi setiap kelas, melihat daftar kelas dimana aku dan ocha akan ditempatkan. Melihat sekeliling halaman sekolah yang indah berseri, membuat ku terpaku melihatnya. Tiba tiba,pandanganku beralih ke arah laki laki di pojok taman itu. Seperti tak asing, aku mencoba melihatnya lebih dekat, dan aku pun teringat "Itu Davin? Orang yang pernah menjadi cinta pertamaku?" gumamku kecil dalam hati.

"Din, kita dapat kelas X IPA III, ayo kita masuk din" sahut Ocha di depan kelas X IPA III.
 (Dan kita berdua masuk ke kelas)
10 menit menunggu, akhirnya ada guru yang datang dan memberi tahu berbagai informasi kepada siswa baru. Mengabsen satu persatu murid yang ada di dalam kelas itu. Seketika, *toktokk* "Maaf bu, saya telat masuk." Kata lelaki itu yang baru saja masuk kelas, padahal sudah 5 menit yang lalu kami masuk. Dia hanya tersipu malu tapi tetap bersikap tenang. "Oh, ya tidak apa-apa silahkan cari tempat duduk" Pak guru menyilakan duduk dengan tatapan tegasnya kepada lelaki itu. Lalu, laki-laki itu duduk di samping bangku ku. Dia sempat menatap ke arah ku dengan ramah lembut. Aku hanya membalasnya dengan senyum tipis

"Dia siapa ya? Wajahnya tak asing lagi bagiku" Gumamku heran, Ku coba mengingat semuanya,sekali lagi ku menoleh sedikit ke arahnya, dan ku ingat laki-laki itu siapa. Dia adalah Alfian, sosok yang pernah menjadi cinta pertama ku dulu. Pantas saja, wajahnya tak asing lagi bagiku.

Satu jam berlalu, kami keluar kelas dan dipersilahkan untuk melihat beberapa ruangan di sekolah baru. Tapi aku dan Ocha hanya diam di bangku taman sekolah, menunggu kak Dika datang, yang akan mengantarkan kami melihat suasana sekolah. Cukup lama kami berdua menunggu kak Dika, mungkin dia sedang mengurus berbagai macam keperluan di organisasinya. Kak Dika adalah orang yang sangat mudah bergaul, bisa dibilang Hiperaktif. Dia sangat aktif dalam berbagai macam organisasi, dia mengikutinya, dan terkadang dia terpilih sebagai perwakilan dari beberapa organisasi sekolah. Dan sikap itulah yang membuatku bangga mempunyai kakak seperti dia. Dan aku berjanji kepadanya akan mulai aktif, mulai membuka diri lebih jauh ketika nanti masuk sekolah di sekolahan kak Dika. Dan dia hanya menunggu janji itu.

***
"Aduh dek, sorry ya. Kakak lama datengnya, soalnya tadi banyak tugas dan keperluan yang mesti kakak urus. Maaf ya"  ujarnya tersenyum getar.

"Iya gak apa apa kok kak" jawabku balik.



Bersambung...

You Might Also Like

0 Comment

Google+ Badge

Diberdayakan oleh Blogger.

Total Pageviews

I≧◔◡◔≦

I≧◔◡◔≦

Like us

Custom Featured

Featured Post

featured Slider

Popular Posts

Followersღ

Popular Posts

Like me on Facebook